perpisahan

perpisahan
aiy

Sabtu, 02 Oktober 2010

Hidup adalah serangkaian skenario

Hidup adalah serangkaian skenario

Membuatnya menjadi ‘episode’ yang apik
Adalah  sebuah keniscayaan.  Sayangnya…kadang kita tak pernah tau…apa yang ingin benar-benar kita lakukan. Sebab, memang banyak hal yang tak pernah kita kenal dan kita pahami, bahkan mengenai diri sendiri, sekalipun! Maka…tak heran jika kita selalu terjebak pada Euforia dan kesenangan semu!
Memiliki konsep diri yang jelas, berarti kita memahami bahwa diri kita adalah wadah kepribadian. Sebagaimana wadah, kita pun harus memahami bahwa kita memiliki keterbatasan.
“Bertaqwalah kepada Allah menurut ukuran kemampuanmu”(QS. At-Taghabun:16)
Ada 2 tingkatan konsep diri, yaitu cara kita memandang “aku” atau diri kita :
  • Aku diri: “Aku seperti yang aku pahami”
Setiap orang memiliki pemahaman terhadap dirinya. Meskipun tidak sadar, tapi sebenarnya kita sudah punya pemahaman terhadap diri sendiri
  • Aku social: “Aku seperti yang dipahami orang lain yang disekitarku”
Cara orang lain  memandang kita juga sangat berpengaruh bagi kita.

“Ketika kita hidup untuk kepentingan pribadi, hidup ini nampak sangat pendek dan kerdil. Ia bermula saat kita mulai mengerti dan akan berakhir bersama berakhirnya usia kita yang terbatas. Tapi, apabila kita hidup untuk orang lain, yakni hidup untuk memperjuangkan sebuah fikrah, maka kehidupan ini terasa panjang dan memiliki makna yang dalam. Ia bermula bersama mulainya kehidupan manusia dan membentang beberapa masa setelah kita berpisah dengan permukaan bumi. Kehidupan yang hakiki tidak dihitung dengan jumlah tahun, akan tetapi diukur dengan jumlah perasaan.”
“Masalah kita bukan manajemen waktu. Tetapi pada menajemen diri kita terhadap waktu.
Masalah buka pada waktu, tetapi pada bagaimana kita memanfaatkan waktu.
Apabila anda tidak mampu mengatakan tidak pada permulaan, maka anda akan menyadari bahwa pernyataann ya, yang tidak dibarengi dengan kemampuan menepatinya, itu lebih buruk dari ucapan tidak pada permulaan”..

by: http://nurjanah22.wordpress.com/2009/07/01/kampus-bukan-mall/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar